menunggu hari menikah itu harap2 cemas, ya,, seperti yang terjadi pada perempuan kebanyakan, saya merasa sedikit nge-fly dan bingung dengan apa yang saya rasakan sekarang,, ingin segera menyelesaikan tahapan menikah ini dengan baik,, hmh,, tapi hidup tidak bisa di skipp,, jadi harus sabar dan pelan2 untuk melewati setiap detik yang berlalu dalam menunggu momen itu tiba...
saya hanya pasrah dan terus mengelus dada, seraya meminta pada Allah untuk terus diberikan kesabaran, kekuatan, dan ketabahan dalam menjalani proses persiapan pernikahan ini, merasa banyak sekali hal dan permasalahan yang timbul datang dan pergi memberikan ujian bagi hati, pikiran, tenaga, perasaan, dan apa saja yang lain yang tidak bisa saya jelaskan satu per satu, semua terasa begitu lengkap dan kompleks.. sambil terus berharap semuanya akan dapat diselesaikan dengan baik,, amin..
mengingat akan segera menikah, tentu saja ini semakin mendorong perasaan saya untuk semakin ingin segera punya anak,, amat sangat ingin sekali...
bukan pada proses bagaimana saya bisa memiliki anak, tapi benar2 sudah sangat ingin punya anak.
di usia saya saya yang hampir 27 tahun ini, saya merasa sudah sangat tidak sabar untuk punya momongan, ingin segera ada yang memanggil saya bunda,, merawat mereka, mendidik mereka,, mengajari sholat dan mengaji,, adalah bagian mulia dari cita2 kecil yang amat sangat berharga bagi saya saat ini...
sampai2 suatu ketika saya bicara seperti ini pada calon suami saya...
"mas, gimana ya seandainya cuma dipegang aja, aku sudah bisa punya anak.."
"lho... ya jangan,, terus gimana nasibku kalo salaman sama ibu2 yang lain..??"
"ah.. nggak bisa,, itu cuma berlaku buat aku aja, kalo sama ibu2 lain ya nggak"
"gak mau ah,, aku rugi dong kalo gitu"
heheheh,, semua terbungkus dalam balut tawa jenaka kami, calon pengantin yang sudah ingin sekali punya momongan,, hmh..
sisa kejadian yang lain adalah setiap kemanapun kami pergi,, ke mall, ke pasar, warung, restauran dan kemanapun arah mata saya tertuju, setiap ada orang lain yang membawa anaknya jalan-jalan,, saya pasti langsung bilang sambil menunjuk diam2.. "mas,, adek.." besok lagi lagi "mas,,, adek",, dan begitu seterusnya setiap kali saya ,melihat anak kecil,, mulai dari yang bayi, balita sampai anak yang sudah usia sekolah playgroup atau TK,,
rasanya sudah tidak sabar untuk menimang darah daging sendiri,, saking tidak sabarnya,, kemarin pada waktu nyicil boyongan ke rumah kontrakan kami di gresik (yang nantinya akan kami tempati bersama pasca menikah),, saya minta untuk ditunjukkan tempat praktik dokter kandungan,,, maka diantarkanlah saya, dibonceng naik motornya berkeliling di area calon tempat tinggal kami berdua di daerah Gresik Kota Baru..
di tengah jalan dia berujar " disini sudah ada rumah sakit ibu dan anak lho"..
"kira2 ada dokter kandungan yang perempuan gak ya mas"
"gak tau,, kita liat aja sekarang"
kemudian kami berhenti di parkiran depan sebuah rumah sakit ibu dan anak,, sambil membaca pelan2 siapa saja dokter yang praktik disana,,
sekilas memang saya belum pernah sama sekali mendengar nama dokter tersebut,,, tapi bersyukur dalam hati,, karena 2 dokter tersebut semuanya perempuan,, Alhamdulillah,, lega rasanya, tak perlu jauh2 bagi kami nantinya untuk memeriksakan diri,, karena juga pula dilengkapi ahli andrologi..
berharap kami berdua senantiasa sehat jiwa dan raga, sehingga Allah segera mempercayakan titipanNya pada kami.. amin...
ya,, pengharapan kecil ini juga yang menguatkan kami untuk terus berjuang dalam mengarungi hari2 menjelang pernikahan kami...
untuk Adek... dimanapun kamu sekarang,, laki2 kah kamu, perempuan kah kamu, berapapun kamu nantinya,,, kami,, calon ayah dan bunda mu amat sangat merindukanmu,, berharap segera bertemu denganmu, merawatmu dan menjagamu sampai nanti kamu sukses dunia dan akhirat.. amin..
we love you adek..
we're waiting for you...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar